Pendidikan Pemustaka Untuk Guru (library orientation, part 2)


Postingan sebelumnya kita telah membahas tentang pendidikan pemustaka untuk siswa. Kali ini kita akan bahas secara sederhana tetang pendidikan pemustaka untuk guru. Masih sangat jarang  bahkan bisa dikatakan belum  ada pelaksanaan dilakukan di sekolah. Padahal ini sama pentingnya pendidikan pemustaka untuk siswa. Seorang guru baru hadir di sebuah sekolah sama halnya siswa baru yang masih awam di lingkungan baru, termasuk didalamnya perpustakaan. Pandangan guru terhadap perpustakaan dimana mereka bekerja menjadi tempat menyediakan buku bagi siswa saja, tanpa tahu peran lebih mendalam sebuah perpustakaan.
Pertanyaan saya, apakah Anda sebagai pustakawan di sekolah pernah melakukan pendidikan pemustaka untuk guru? 
Hal yang kadang dilupakan.Tidak ada kata terlambat untuk melakukan sebuah perubahan. Perpustakaan selalu menjadi organisasi yang bekembang, artinya pasti ada pemajuan dan inovasi yang anda lakukan terhadap sumber daya perpustakaan.  Artinya pendidikan pemustaka guru bukan saja diperuntukkan untuk guru baru, akan tetapi juga guru lama di sekolah Anda. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah mengetahui peran perpustakaan dalam mendukung keberhasilan belajar siswa baik kognitif, afektif dan psikomotorik. 

Lalu apa saja persiapan untuk kegiatan pendidikan pemusaka yang dikhususkan untuk guru ini.  
Meski tujuan sama, namun materi yang disampaikan tentu memiliki perbedaan. Permasalahan utama perpustakaan sekolah di Indonesia terletak pada koleksi, khususnya untuk guru. Namun bukan hanya koleksi saja yang dapat kita sampaikan, masih banyak kueunggulan yang dapat kita sampaikan kepada guru.

Pertama, sama bangun paradigma tentang perpustakaan, jika Anda terkendala denga sarana perpustakaan. Bangunlah image Anda sebagai seorang pustakawan, kemampuan di dalam berkolaborasi dalam pembelajaran. Citra Anda terbentuk karena inovasi dan bagaimana cara membangun kemitraan dengan guru dan kepala sekolah.
Kedua, Koleksi perpustakaan. Anda harus memiiki kepiawaian dalam pembelajaan, seperti mengetahui kurikulum yang sedang berjalan, dimana posisi perustakaan dalam mendukung kurikulum. Sebagai contoh, koleksi apa saja yang dapat memotivasi siswa dalam mengikuti materi pelajaran di kelas. Tunjukkan koleksi yang dapat mendukung guru dalam memberikan materi pelajaran.
Ketiga, pembelajaran kolaborasi. Model ini sudah biasa dilakukan di sekolah luar negeri. Integrasi materi dengan penelusuran sumber daya informasi perpustakaan, misalnya dalam pelajaran  bahasa muatan pemahaman bacaan dengan mencari sinonim kata. Pustakawan dapat tawarkan teknik penggunaan kamus yang efekif. Di kelas tinggi ketika siswa harus melengkapai materi seperti metamorfosis, ajaklah siswa menggunakan ensiklopedi dan petunjuk menggunakan atlas dan indeks, bahkan materi tentang plagiarisme. Dengan demikian guru akan lebih ringan dalam kegiatan teknis penelusuran materi di berbagai sumber.
Keempat, Layanan penelusuran internet. Tuntutan dalam penyampaian materi di semua tingkatan sekolah memerlukan kreatifitas dalam menyampaikan materi. Tidak semua guru mempunyai materi atau selalu mengikuti pelatiha peningkatan profesi. Satu-satunya informasi yang mudah dan cepat didapatkan dengan internet. Guru perlu memiliki keterampilan dalam mengakses informasi. Pustakawan tentu memiliki kompetensi dalam berliterasi informasi. Tularkan ilmu Anda kepada guru, dalam acara santai di perpustakaan.
Kelima, Layanan kemitraan. Tentu setiap sekolah atau guru memiliki kegiatan dalam meningkatkan prestasi siswa. Pustakawan dapat terlibat langsung dalam kegiatan sesuai dengan kompetensi. Contoh kecil, dalam pembinaan bakat dan prestasi siswa. Layanan kemitraan lain dapat berupa penyimpanan koleksi digital. Guru yang memiliki materi digital dapat menyimpan di perpustakaan dan dapat menjadi koleksi untuk kepentingan pembelajaran. 
Jadikan perpustakaan sekolah menjadi katalisator pengetahuan siswa. Semoga Anda menjadi pustakawan yang berperan menjadi simpul literasi di sekolah. Semoga catatan pengalaman penulis menjadi inspirasi dalam memajukan perpustakaan sekolah.
Salam Literasi.

Sumber  gambar:
https://elementarylibrarian.com/evolving-role-school-librarian/

Komentar