Kali
ini admin akan Pustakawan Sekolah Jogja hendak bercerita kegiatan selama
pandemi virus Covid 19. Salah satu kegiatannya adalah mempresentasikan praktik
baik literasi sekolah. Kegiatan ini diselengarakan Komunitas Virtual Indonesia
regional DIY atas dukungan Pemda Kominfo DIY, pada bulan Maret-April 2020. Peserta
merupakan para guru dari pendidikan dasar dan menengah di wilayah DIY. Semua materi disampaikan secara virtual menggunakan
Aplikasi Webex. Tema yang diangkat adalah “Perpustakaan dan Ekosistem Literasi
Sekolah”.
Tema
ini diharapkan mampu menambah wawasan pengetahuan kita, peran perpustakaan
lebih jauh. Selama ini perpustakaan sebagai tempat penyimpanan buku. Permendikbud
No. 23 Tahun 2015 tentang “Penumbuhan Budi Perkerti Siswa”.Pemikiran ini
dilandasi adanya kondisi secara umum bahwa masih dirasa lemahnya kompetensi
generasi muda Indonesia dalam hal literasi. Oleh sebab itu perlu ada terobosan
untuk merubah kondisi itu melalui gerakan literasi sekolah.
GLS
merupakan sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan
sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warga sekolahnya literat
(ekosistem literasi) menjadi pembelajar sepanajang hayat melaui
pelibatan publik. Jadi, ekosistem literasi sekolah dimaknai dengan bentuk
tatanan yang saling mempengaruhi agar warga sekolah menjadi pembelajar
sepanjang hayat.
Mengapa Perpustakaan?
Clay (2001) dan
Ferguson (dalam Kemendikbud, 2016) menjabarkan bahwa komponen literasi
informasi terdiri dari:literasi dini, literasi dasar, literasi
perpustakaan, literasi media, literasi teknologi,
dan literasi visual.
Literasi perpustakaan
sendiri meliputi kemampuan membedakan fiksi dan nonfiksi, memanfaatkan koleksi referensi, alat penelusuran perpustakaan,
hingga memiliki pengetahuan dalam memahami informasi ketika sedang
menyelesaikan sebuah tulisan, penelitian, pekerjaan, atau mengatasi masalah. Untuk memenuhi literasi perpustakaan
terhadap kebutuhan ekosisten sekolah (guru, siswa, orangtua), perpustakaan
dapat memaksimalkan layanan.
Perpustakaan
dalam Menciptakan Ekosistem Literasi
Terdapat
pelevelan perpustakaan sekolah dalam menciptakan ekosistem literasi sekolah
yang ditarik teori Kaplan (2010: 55-63) tentang peran perpustakaan.
1.
Level
Informasional
Penyediaan layanan perpustakaan yang
mendekatkan warga sekolah pada kemudahan akses perpustakaan dengan memberikan
layanan pada insfrastruktur dasar.
Misal: Koleksi, software layanan, sarana prasaranana perpustakaan.
Pengembangan layanan : Pemanfaatan kelas alternatif, pengadaan koleksi digital
2.
Level
Transformasional
Perpustakaan
lebih berinovasi, perpustakaan tidak lagi sebagai penyedia saja, tetapi mulai ikut terlibat dalam
pembelajaran. Aktivitas kegiatan seperti: Pendidikan pemustaka keterampilan
memanfaatkan perpustakaan (bersikap, cara meminjam, merawat buku); aktivitas pembelajaran projek kelas (library
space); Layanan penelusuran akses informasi offline dan online baik
bersumber pada perpustkaan atau database online.
3.
Level
Formasional
Pengembangan
program literasi informasi terstruktur dan diketahui oleh warga sekolah. Bentuk
kegiatan: kelas perpustakaan terintegrasi dengan pembelajaran (kolaborasi
pustakawan dan guru); Kegiatan literasi bersifat masif, seperti, Gebyar
literasi sekolah, peringatan hari besar yang dikemas dalam kegiatan literasi.
Perpustakaan
dalam memenuhi kebutuhan ekosistem sekolah bukan lagi memberikan layanan
informasional, akan tetapi setidaknya pada level 2 (level transformasional).
Kelengkapan
koleksi, sarana berbasis teknologi dan kompetensi tenaga perpustakaan
mempengaruhi peran perpustakaan dalam mewujudkan ekosistem literasi sekolah.
Diakhir
sesi beberapa pertanyaan mulai disampaikan baik secara langusung dalam meeting
room KiHajar Dewantara 2, ataupun melalui kolon chat. Presentasi ini belangsung
selama satu jam, pada hari Senin 6 April 2020. Bertindak sebagai presenter
adalah Anna Nurhayati, M.A (admin Blog Pustakawan Sekolah Jogja), host Mahmud
Fauzi, M.Pd.I (SD N Wonosari Baru 2), dan moderator Titi Suryansah, M.Pd ( SD N
Jetis Semanu)
Presentasi
selengkapnya ada youtube berjudul Perpustakaan dan Ekosistem Literasi
Salam
Literasi
Mari
Membaca, mari berkarya....

Komentar
Posting Komentar