Literasi sering
dikaitkan dengan kegiatan membaca. Membaca dapat membuka jendela dunia. Artinya
dengan membaca dapat membuka cakrawala ilmu pengetahuan. Membaca merupakan
ketrampilan dasar dalam proses belajar, untuk meningkatkan potensi dan kualitas
seseorang dalam kehidupan. Ukuran keberhasilan siswa berhasil di sekolah dan
lingkungannya adalah, jika siswa dapat membaca dan mengerti makna bacaan dalam
berbagai bentuk.
Tulisan ini bermula,
ketika penulis sering mendapat pertanyaan dari rekan sesame profesi pustakawan.
Tentang GLS dan apa peran pustakawan dalam program pemerintah ini.
Pembiasaan
Nah, program dari 15
membaca ini termask dalam tahapan pembiasaan. Selain itu program pembiasaan
berupa penyediaan sarana dan prasarana pendukung GLS ini. Seperti penyediaan
pojok baca di area public sekolah (UKS, ruang tunggu, perpustakaan, pojok baca
di UKS, perpustakaan kelas). Pengembangan sarana literasi dibutuhkan sumber
daya yang memadai. Partisipasi komite sekolah, orangtua, alumni, dan dunia
bisnis dan industri dapat membantu memelihara dan mengembangakan sarana sekolah
agar capaian literasi peserta didik dapat terus ditingkatkan
Pengembangan
Kegiatan
literasi pada tahap pengembangan bertujuan untuk mempertahankan minat
terhadap bacaan dan terhadap kegiatan membaca, serta meningkatkan kelancaran
dan pemahaman membaca peserta didik. Kegiatan yang bisa dilakukan dengan
pmemberikan apresiasi kepada siswa. Penghargaan berbasis literasi ini menekankan
kepada proses belajar dan membaca, bukan pada keterampilan dan kualitas karya
semata. Menghargai proses belajar peserta didik terbukti dapat menumbuhkan
motivasi belajar dan memupuk semangat ingin tahu mereka. Selanjutnya, motivasi
ini dapat membantu kesuksesan akademik peserta didik dalam jangka panjang dan
menjadikan mereka pembelajar sepanjang hayat. Penghargaan berbasis literasi
dapat diberikan secara berkala setiap minggu (pada upacara Hari Senin), setiap
bulan, atau setiap semester. Kegitan itu bisa berupa Pemustaka teladan, bagi
peserta didik yang paling rajin mengunjungi perpustakaan dan meminjam buku
perpustakaan, Pencerita bulan ini, bagi peserta didik yang dapat menceritakan
ulang sebuah cerita dengan orisinil dan kreatif
Pembelajaran
Tidak perlu
tergesa-gesa melaksanakan tahapan ini, lakukan tahapan yang pembiasaan dan
pengembangan terlebih dahulu. Tahap pembelajaran dapat dilakukan setelah iklim
pembiasaan siswa akan lingkungan literat baik.
Gambaran tahapan ini lebih diperankan oleh guru.
Guru dapat berkolaborasi dengan pustakawan untuk melakukan pembelajaran
teintegrasi. Target tahap pembelajaran meningkatkan kemampuanberbahasa reseptif
(membaca dan menyimak) dan aktif (berbicara dan menulis)
yang dijelaskan secara rinci dalam konteks dua
kegiatan utama di tahap ini, yaitu membaca dan menulis. Kemampuan membaca dan
menulis dijenjangkan agar peningkatan kecakapan di empat area berbahasa
tersebut (membaca, menyimak, berbicara, dan menulis) dapat dilakukan secara
terukur dan berkelanjutan. Jenjang kemampuan membaca dan menulis dibagi dalam
tiga tingkatan: awal, pemula, dan madya, yang merentang dari SD kelas rendah ke
kelas tinggi.
GLS merupakan upaya yang dilakukan secara menyeluruh
untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat
sepanjang hayat
Salam litearsi
Referensi
Buku
Panduan Gerakan literasi sekolah,oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar Direktorat
Jenderal Pendidikan Dasar &Menengah Kementerian Pendidikan & Kebudayaan
Tahun 2016
Foto : koleksi penulis
setahu saya literasi tdk hanya membaca..sebenarnya adalah melek akan sesuatu atau memahami sesuatu..ada literasi IT, literasi hitung, bahkan literasi akan medsos..kalau hanya dikaitkan dg baca tulis akan menyempitkan makna literasi itu sendiri...
BalasHapussetahu saya literasi tdk hanya membaca..sebenarnya adalah melek akan sesuatu atau memahami sesuatu..ada literasi IT, literasi hitung, bahkan literasi akan medsos..kalau hanya dikaitkan dg baca tulis akan menyempitkan makna literasi itu sendiri...
BalasHapusBetul sekali pak. Makna Literasi sangat kompleks. Tdk sekedar membaca. Maka saya tulis "Namun yang menjadi salah kaprah, ketika GLS hanya dikaitkan dengan pelaksanaan 15 menit membaca sebelum pembelajaran dimulai, dengan buku bacaan non pelajaran" Namun dalam konteks referensi buku di atas mengarah literasi informasi pada tataran teknis membaca utk pembiasaan, pengembangan, dan Pembelajaran.
BalasHapusKarena ini sasaran tulisan ini pustawakan maka mengarah ke Literasi Informasi yg di dalamnya termasuk kamampuan membaca